Menata Diri Lebih Baik: Catatan Penting dari Ekspose Hatibinwasda PTA Sulawesi Barat di PA Majene
.jpeg)
Majene, 13 Februari 2026
Suasana di Pengadilan Agama Majene tampak sedikit berbeda hari ini. Tim Hakim Tinggi Pembina dan Pengawas Bidang (Hatibinwasda) dari PTA Sulawesi Barat baru saja menyelesaikan tugas pengawasannya dan memaparkan hasil temuannya dalam sesi ekspose yang berlangsung hangat namun tetap profesional. Ekspose berlangsung di ruang Aula PA Majene dan dihadiri segenap pegawai.
Sesi pertama dibuka oleh Hakim Tinggi PTA Sulbar, YM Drs. Sunardi, S.H. Beliau memberikan perhatian khusus pada aspek teknis yustisial, terutama mengenai kerapihan berkas perkara hingga ketertiban administrasi penundaan sidang. Pesannya jelas: ketelitian dalam berkas adalah cermin dari profesionalisme seorang hakim dalam menjaga kepastian hukum.
Melanjutkan pemaparan, Panitera Pengganti PTA Sulbar, Bpk. Bacong, S.H., mengingatkan kembali pentingnya manajemen arsip. Beliau menyoroti pemusnahan berkas perkara dan putusan yang telah berusia di atas 30 tahun. Hal ini sejalan dengan pedoman dalam SEMA Nomor 2 Tahun 1984 tentang Prosedur Penyusutan Berkas Perkara. Pernyataan itu diamini oleh Panitera PA Majene Ibu Dra. Nurhidayah, S.H. sembari menyampaikan bahwa proses ini harus tetap dikonsultasikan dan berkoordinasi dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) agar setiap langkah penghapusan aset dokumen memiliki dasar hukum yang kuat.
.jpeg)
Pemaparan terakhir disampaikan oleh Bpk. Irwan Azis, M.H. Selaku Kepala Sub Bagian Keuangan dan TI PTA Sulbar, beliau memaparkan temuan terkait bidang kepegawaian dan keuangan. Satu hal krusial yang beliau tekankan adalah pentingnya pola delegasi tugas yang memiliki pegangan administrasi resmi.
“Agar yang diberikan delegasi bertanggung jawab dengan tugas itu, dan memiliki dokumen yang menunjukkan riwayat pekerjaan guna jenjang karir di masa depan,” tutur beliau.
Tak lupa, beliau juga mewanti-wanti agar seluruh jajaran berhati-hati terkait pengatasnamaan pejabat pada dokumen keuangan demi menghindari conflict of intrest dan kesalahan administratif di kemudian hari.
.jpeg)
Menutup rangkaian pembinaan, Hakim Tinggi yang telah dinyatakan lulus FIT and PROPERT TEST calon Wakil Ketua pengadilan tinggi agama itu memberikan pesan pamungkas bagi seluruh insan peradilan di PA Majene. Beliau mengajak semua pegawai untuk menghargai serta menjalankan fungsi dan tugas masing-masing secara berjenjang tanpa adanya tumpang tindih (overlapping). Beliau mengingatkan filosofi organisasi: “Kebijakan itu dari atas ke bawah, sedangkan usulan itu dari bawah ke atas.”
Lebih dari itu, beliau menekankan pentingnya fokus pada solusi, bukan pada masalah. Menurutnya, jika sikap saling menghargai peran dan fokus pada solusi ini diterapkan, maka “lingkungan kerja kita akan aman dan kondusif.” Pungkas Bpk. Suhardi.
Keluarga besar PA Majene mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim Hatibinwasda PTA Sulawesi Barat atas ilmu, saran, dan koreksi yang diberikan. Semoga dengan catatan berharga ini, PA Majene dapat terus menata diri untuk menjadi instansi yang semakin lebih baik.
(MIbI)
.jpeg)
.jpeg)
