Dirjen Mengapresiasi Semangat PA-PA SePTA Sulselbar
Written by Hermansyah
Wednesday, 13 April 2011
“Beri Kami Waktu Satu Bulan,
Nilai Rata-Rata Situsweb PA-PA Bisa Mencapai 27”

Makassar | Badilag.net |12-04-2011|
“Kami bergembira mendapat pecutan manis dari Pak Dirjen. Kami akan berupaya sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat melalui situsweb. Beri kami waktu satu bulan, nilai rata-rata situsweb PA se Sulawesi Selatan semoga mencapai angka 27”.
Itulah kata-kata H. M. Hasan H. Muhammad, Ketua PTA Makassar, ketika menutup acara pertemuan seluruh jajaran PTA dan Ketua PA-PA sekitar Makassar dengan Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, tadi pagi (12/4), di ruang pertemuan PTA Makassar.
Pertemuan itu merupakan rangkaian kunker Dirjen ke Makassar dan Manado. Setelah pertemuan di PTA Makassar, Dirjen sengaja berkunjung ke PA Makassar untuk melihat pelaksanaan pelayanan dan penyelenggaraan Posbakum di PA kelas I ibu kota Sulsel ini.
Apresiasi Dirjen Atas Capaian yang Diraih Jajaran Peradilan Agama.
Dirjen menginformasikan penilaian-penilaian orang terhadap capaian yang telah diraih oleh peradilan agama selama ini. Buku “Courting Reform” tulisan Cate Sumner dan Prof. Tim Lindsey dari Australia dan buku “Sebuah Penilaian Atas Website Pengadilan” karya LSM NLRP (National Legal Reform Program) yang difasilitasi pemerintah Belanda, diinformasikan secara detail.
Dirjen menyatakan, pemaparan ini tidak dimaksudkan untuk menimbulkan rasa sombong dengan hasil yang telah dicapai. “Namun, agar kita dapat mempertahankan prestasi yang telah diraih, dan dapat lebih meningkatkannya lagi”, tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Dirjen, kita jaga kekompakan dan semangat untuk terus meningkatkan prestasi, serta menjaga kualitas dan integritas. “Kita malu, kalau orang bilang peradilan agama baik dan maju, tahu-tahu keadaan sebenarnya sebaliknya”, ungkapnya.

Kepada para pimpinan dan hakim, Dirjen minta agar “keep in touch” terhadap informasi dan kebijakan dari Jakarta. “Membuka situs ‘badilag.net’ dan ‘mahkamahagung.go.id’ setiap hari adalah suatu keharusan, agar kita tidak ketinggalan informasi dan perkembangan”, katanya.
Pelaksanaan reformasi birokrasi dan pelayanan secara umum, termasuk program sidang keliling, pelayanan perkara prodeo dan penyelenggaraan posbakum, harus menjadi perhatian semua. “Peradilan agama harus menjadi teladan, namun tetap santun dan ‘lowprofile’”, tutur Dirjen.
Pengembangan TI Dapat Meningkatkan Kualitas Pelayanan dan Putusan.
Dirjen gembira melihat perkembangan dan semangat pemanfaatan teknologi informasi di kalangan peradilan agama se Sulsel ini meningkat. “Pemanfaatan teknologi kita arahkan dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas pokok dan pelayanan kepada masyarakat”, ungkapnya.
Dengan pemanfaatan teknologi yang baik, lanjut Dirjen, pelayanan pengadilan yang sederhana, cepat dan biaya murah akan tercapai. Bahkan, karena transparansi, maka celah untuk melakukan penyimpangan akan tertutup sama sekali.
Lebih jauh dari itu, kata Dirjen lagi, komitmen untuk menggunaan website secara konsisten, dapat meningkatkan kualitas putusan. Komitmen untuk mempublikasikan putusan akan meningkatkan kualitas putusan itu sendiri.
“Kita akan malu jika putusan yang dipublikasikan itu jelek, baik dari segi penulisannya, formatnya atau substansinya. Putusan yang disimpan pada website akan dapat dibaca oleh siapa saja dan sampai kapan saja. Oleh karena itu, putusan itu tidak boleh jelek. Konsekwensinya, diperlukan pelatihan, bimtek, peningkatan wawasan dan sebagainya”, jelas Dirjen.
Perkembangan dan Semangat PTA dan PA se Sulsel Meningkat.
Dirjen juga gembira melihat hasil penilaian NLRP tentang situsweb pengadilan yang telah dua kali dilakukan: pertengahan 2010 dan awal 2011. Dari kedua penilaian ini situsweb PA-PA se Sulsel mengalami kenaikan.
Jumlah nilai dari 24 PA di wilayah Sulsel, tahun 2010 adalah 203, sedangkan tahun 2011 adalah 376. Jadi ada kenaikan 173 point, sama dengan kenaikan 85%. Nilai rata-rata per PA pun meningkat, dari 8,46 menjadi 15,65 . “Kenaikan yang luar biasa, apalagi jumlah PAnya banyak”, apresiasi Dirjen.
Dari hasil penilaian 2011, terlihat ada 19 PA yang mengalami kenaikan nilai, 1 PA tetap dan 4 PA turun. Tujuh PA mempunyai nilai 20 dan di atasnya, yaitu PA Mamuju (25,), PA Majene (22), PA Jeneponto (21), PA Masamba (21), PA Sengkang (20), PA Sinjai (20) dan PA Soppeng (20).
Nilai ketujuh PA di atas pada tahun 2010 masih rendah, seperti terlihat berikut:

Dirjen memahami kesulitan melakukan pembinaan terhadap PA yang jumlahnya banyak dengan tingkat keterbatasan yang tinggi. Namun demikian, Dirjen tetap memberi semangat dan motivasi untuk dilakukan perbaikan data dan konten situs.
Para peserta sepakat untuk melakukannya. Dan setelah dibahas, disepakatilah “kontrak kerja” itu. “Beri kami waktu satu bulan, nilai rata-rata seluruh PA akan meningkat, mudah-mudahan mencapai 27”, kata Ketua PTA.
Wakil KPTA, Bahrussam Yunus, mengamininya, “Iya Pak, dalam waktu dekat akan kumpul para Ketua PA. Kami akan informasikan dan sosialisasikan tentang rencana peningkatan kualitas situsweb ini”, katanya penuh semangat.
“Insya Allah Pak, kita bisa. Yang penting tekad dan perhatian yang konsisten dari para pimpinan PA dan PTA”, tutur Dirjen. “Insya Allah, satu bulan lagi, saya akan minta tim TI Badilag untuk melakukan penilaian terhadap situsweb PA-PA se Sulsel ini. Saya optimis, di antara PA di Sulsel ini ada yang bisa menjadi ‘the best of the best’. Mudah-mudahan”, lanjut Dirjen sambil senyum. (Adli Minfadli Robby)
