Pembangunan Gedung Kantor Tahap II
Kemarin pada tanggal 18 Mei 2011, bertempat di Ruang Sidang Pengadilan Agama Majene, dilaksanakan Evaluasi Penawaran untuk Pembangunan Gedung Kantor Pengadilan Agama Majene lanjutan dari tahap I tahun 2010 kemarin, dan Evaluasi Penawaran untuk Pembangunan Pagar.
Kegiatan ini terlaksana sesuai dengan Jadwal Pelaksanaan Agenda yang ditetapkan sebelumnya, dimana untuk Pembangunan Tahap II ini dengan nilai HPS Rp. 1.500.000.000,- sedang untuk pembangunan pagar dengan nilai HPS Rp. 321.100.000,-.
Semoga pembagunan ini dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal. Amin ya rabbal alamin...
Mari kita sejenak mengingat setahun lalu pada acara peletakan batu pertama.
PELETAKAN BATU PERTAMA
Bagaikan tetesan air segar yang mengalir di tenggorokan seorang yang sangat kehausan, akhirnya batu pertama Pengadilan Agama Majene diletakkan juga. Penantian panjang, bahkan sangat panjang jika diukur dengan awal kelahiran Pengadilan Agama Majene. Tahun 1964 hingga sekarang adalah penantian yang tidak sia-sia, selama ini Pengadilan Agama Majene menempati sebuah gedung balai sidang sempit yang dibangun 31 tahun lalu, ke depan Pengadilan Agama Majene akan menjadi kantor yang refresentatif diiringi dengan pelayanan yang prima terhadap masyarakat pencarai keadilan. (Asa dan harapan yang disampaikan oleh Ketua Pengadilan Agama Majene dalam laporannya tahun lalu pada saat acara batu peletakan pertama)
Selanjutnya pada peletakan batu pertama Pengadilan Agama Majene, Rabu tanggal 14 Juli 2010 bertepatan dengan tanggal 2 Syakban 1431 H. hadir Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar, Bupati Majene dan para Muspida, karyawan Pengadilan Agama Majene dan undangan lainnya. Dalam sambutannya Bupati Majene H. Kalma Katta, S.Sos., MM. mengatakan bahwa gedung yang baik akan menunjang kinerja, kreasi dan inovasi para pegawai yang ada dalam institusi tersebut. Lebih lanjut Bupati yang pada bulan Juni 2011 akan mencalonkan diri sebagai bupati berpesan kepada kontraktor agar melaksanakan pembangunan ini dengan baik sesuai dengan besteknya, sebab itu semua akan dipertanggung jawabkan pada pemerintah dan di hadapan Allah kelak. Dalam sambutan itu pula Bupati mengingatkan agar halaman kantor dan sekitarnya di tanami pohon agar bisa teduh dan memberi rasa nyaman selain itu tempat pembangunan ini adalah bagian dari hutan kota Majene.



Berikutnya Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar dalam sambutannya mengatakan bahwa walaupun Pengadilan Agama Majene adalah Pengadilan Agama yang terakhir mendapatkan anggaran untuk pembangunan gedung baru, bukan berarti menjadi Pengadilan Agama yang tidak baik, akan tetapi sebaliknya justru dialah yang paling baik untuk saatnya. Ketua Pengadilan Tinggi Agama Makassar yang telah malang melintang menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama itu juga mengingatkan bahwa selama ini PA belum bisa membangun gedung karena memang selama berada dibawah naungan Departemen Agama memiliki dana yang sangat kurang.
Dalam pesan selanjutnya Ketua PTA Makassar mengingatkan agar hak-hak masyarakat diberitahukan melalui sosialisasi hukum bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, karena selama ini masyarakat belum tahu hak-haknya di Pengadilan Agama. Selama ini ungkap beliau, masyarakat hanya memahami sedikit yurisdiksi Pengadilan Agama namun sekarang dengan lahirnya Undang-undang Nomor 50 Tahun 2009 menambah lagi kewenangan Pengadilan Agama berupa pengangkatan anak dan ekonomi syari’ah.
Pembangunan Pengadilan Agama Majene direncanakan dua tahap, tahap pertama ini menelan biaya 1,3 miliar rupiah. Karena itu dalam pesan selanjutnya pada kontraktor bekerja sesuai perencanaan yang telah dicanangkan seraya menguatkan pesan Bupati Majene.




