Antusia, PPNPN Pengadilan Agama Majene Ikuti Bimbingan Belajar PPNPN

Dalam upaya mendorong tingkat kelulusan PPNPN (Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri) pada seleksi PPPK Mahkamah Agung RI Tahun 2024, Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Makassar mengadakan Bimbingan Belajar PPNPN lingkup Pengadilan Agama Wilayah Sulawesi Selatan dan Barat, Rabu 28 Agustus 2024. Bimbingan ini diikuti oleh PPNPN dari 26 satuan kerja. Pengadilan Agama Majene termasuk salah satu instansi Peradilan Agama Sulawesi Barat yang memfasiltasi PPNPNnya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Bertempat di Ruang Aula Pengadilan Agama Majene, kegiatan dilaksanakan melalui Zoom Meeting tepat pada pukul 09.00 WITA.
PTA Makassar menggandeng Yayasan Panrita Celebes Education sebagai mentor pada kegiatan Bimbingan Belajar ini. Pada sesi pengantar peserta mendapat penyegaran pengetahuan tentang TIU, SKD dan TWK. Begitu Pula hal-hal yang boleh dilakukan ataupun yang sebaiknya dihindari saat mendaftar maupun saat test berlangsung. Selain itu juga diajarkan trik-trik jitu menyelesaikan soal-soal test. Sebagai bentuk terapan, pada sesi akhir bimbingan diadakan PreTest bagi seluruh peserta.

Bimbingan Belajar ini dilakukan dengan tujuan agar rekan-rekan PPNPN yang selama ini telah mengabdikan diri di Pengadilan Agama khususnya wilayah Sulawesi Selatan dan Barat dapat meraih hasil maksimal saat seleksi PPPK tahun 2024 ini. Diketahui jumlah PPNPN Lingkup Mahkamah Agung RI tidak kurang dari 8000 pegawai. Pada Pengadilan Agama Majene sendiri terdapat 11 Pegawai dengan rincian 9 orang PPNPN dalam DIPA dan 3 orang Non DIPA. Dengan adanya formasi PPPK Tahun 2024 diharapkan semuanya dapat beralih status menjadi Aparatur Sipil Negara.
Walau efeknya belum terlihat, Hasto Warjito salah satu peserta Bimbingan mengaku antusias mengikuti bimbingan. Pernah mengantar Pengadilan Agama Majene meraih Peringkat ke-2 Nilai IKPA Tertinggi Kategori Pagu Kecil Satker Sulawesi Barat Lingkup KPPN Majene, pria yang telah bekerja 11 tahun dengan status non pegawai negeri ini berharap nilai saat test nanti maksimal dan segera dapat NIP.

Senasib, Ridwan H, S.Kom dengan keahlian software engineering yang sangat dibutuhkan pada Pengadilan Agama Majene, meski telah mengabdi lebih dari 10 tahun namun Ridwan masih bekerja bukan dengan status ASN. Sama halnya dengan Ahyar, Salmawati, Rizal, Bisman, Najib, Burhan, Mabrur, Raudatul Fitria, Fatma, Abyan dan Azwar, kesemuanya bekerja dengan penuh dedikasi walau belum berbaju “biru KORPRI”.
Sebagai bentuk dukungan moril terhadap anak asuhnya, Ketua Pengadilan Agama Majene Ibu Samsidar, S.H.I., M.H. mengupayakan agar seluruh PPNPN Pengadilan Agama Majene dapat mengikuti Bimbingan Belajar PPNPN. Beliau memerintahkan Sub Bagian Umum menyiapkan tempat serta sarana pendudukung lainnya termasuk menghadirkan salah satu PPNPN yang masih dalam proses penyembuhan setelah jatuh sakit.
Harapan berbilang sujud dan tasbih, semoga rekan-rekan PPNPN di seluruh Indonesia terkhusus pada Pengadilan Agama Majene mendapatkan hasil yang terbaik pada Seleksi CPNS / PPPK Mahkamah Agung RI Tahun 2024, amin. (MibI).


